KUDUS – Rencana pembangunan Stadion Wergu Wetan Kabupaten Kudus memasuki tahapan persiapan sebelum pekerjaan fisik dimulai. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat pemenuhan berbagai persyaratan administrasi dan teknis agar proyek pembangunan stadion baru tersebut dapat segera dikerjakan.
Pembangunan Stadion Wergu Wetan menjadi salah satu proyek strategis bagi pengembangan fasilitas olahraga di Kabupaten Kudus. Stadion tersebut nantinya dirancang dengan konsep modern dan memperhatikan standar internasional, terutama dari sisi keselamatan serta kenyamanan penonton.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Pemkab Kudus melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), salah satu persyaratan yang saat ini masih dalam proses adalah Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Pemkab Kudus bahkan telah membentuk desk lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat proses penerbitan dokumen tersebut.
Masuk Tahap Persiapan Sebelum Pekerjaan Fisik
Tahap persiapan menjadi bagian penting sebelum pembangunan fisik Stadion Wergu Wetan benar-benar dimulai. Pemerintah daerah bersama Kementerian PU harus memastikan seluruh persyaratan administrasi maupun teknis terpenuhi sehingga proses pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan.
Keberadaan PBG menjadi salah satu tahapan yang harus diselesaikan. Untuk mempercepat proses tersebut, Pemkab Kudus melakukan koordinasi lintas OPD melalui desk khusus.
Langkah itu menunjukkan bahwa pembangunan stadion tidak hanya bergantung pada pekerjaan konstruksi di lapangan. Berbagai aspek administrasi, teknis, hingga perizinan harus dipastikan terlebih dahulu sebelum proyek memasuki tahap pengerjaan fisik.
Dalam materi yang dipublikasikan Pemkab Kudus, pembangunan Stadion Wergu Wetan direncanakan menggunakan skema multiyears. Waktu pengerjaan ditargetkan sekitar 365 hari atau satu tahun, dengan pelaksanaan pembangunan berada pada periode 2026–2027.
Artinya, apabila seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana, masyarakat Kudus akan mulai melihat perubahan signifikan di kawasan Stadion Wergu Wetan seiring dimulainya pekerjaan fisik.

Kapasitas Lebih dari 8.000 Penonton
Stadion baru tersebut dirancang tidak sekadar sebagai lapangan sepak bola dengan tribun penonton. Konsep yang ditampilkan menunjukkan adanya perencanaan fasilitas dengan standar yang lebih modern.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kapasitas penonton. Stadion Wergu Wetan dirancang mampu menampung lebih dari 8.000 penonton.
Sistem tribun juga dirancang menggunakan konsep single seat. Penggunaan kursi individual diharapkan memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi penonton sekaligus membuat pengaturan kapasitas stadion menjadi lebih tertata.
Selain itu, stadion baru tersebut tidak dilengkapi dengan lintasan atletik khusus. Dengan demikian, area utama stadion akan lebih berorientasi pada pertandingan sepak bola.
Konsep tersebut sekaligus membuat jarak antara tribun dan lapangan dapat dirancang lebih dekat dibandingkan stadion yang memiliki lintasan atletik. Hal ini dapat memberikan pengalaman berbeda bagi penonton ketika menyaksikan pertandingan secara langsung.
Rumput Khusus dan Pencahayaan Pertandingan Malam
Aspek lapangan juga menjadi bagian dari perencanaan pembangunan. Stadion Wergu Wetan akan menggunakan rumput khusus yang disiapkan untuk kebutuhan pertandingan sepak bola.
Perencanaan tersebut menjadi penting karena kualitas permukaan lapangan berpengaruh terhadap kelancaran pertandingan dan keselamatan pemain. Lapangan juga diproyeksikan memiliki sistem pendukung yang sesuai dengan kebutuhan stadion modern.
Untuk pertandingan malam hari, stadion akan dilengkapi sistem pencahayaan khusus. Dalam rancangan yang dipublikasikan, tingkat penerangan direncanakan mencapai sekitar 200 ribu lumen.
Penerangan dengan kapasitas tersebut menjadi salah satu fasilitas penting untuk mendukung pertandingan yang digelar pada malam hari. Selain menunjang pemain dan perangkat pertandingan, pencahayaan yang memadai juga dibutuhkan untuk memberikan kenyamanan kepada penonton.
Stadion juga direncanakan memiliki papan skor elektronik. Kehadiran fasilitas ini akan membuat informasi pertandingan seperti skor dan berbagai keterangan pertandingan dapat ditampilkan secara lebih modern.
Ditargetkan Dikerjakan 2026–2027
Secara keseluruhan, desain baru Stadion Wergu Wetan memperlihatkan perubahan besar dibandingkan konsep stadion lama. Materi rancangan yang dipublikasikan menampilkan stadion dengan tribun utama, tribun penonton, lapangan sepak bola, sistem pencahayaan, papan skor, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Pembangunan tersebut ditargetkan berlangsung selama sekitar satu tahun melalui skema multiyears pada periode 2026–2027.
Namun, sebelum alat berat dan pekerjaan konstruksi mulai bergerak, proses administrasi tetap menjadi tahapan yang harus diselesaikan. PBG menjadi salah satu pekerjaan rumah yang kini sedang diproses Pemkab Kudus.
Dengan dibentuknya desk lintas OPD, pemerintah daerah berupaya mempercepat koordinasi agar persyaratan pembangunan dapat segera dipenuhi. Jika seluruh proses berjalan sesuai target, pembangunan fisik Stadion Wergu Wetan diharapkan dapat segera memasuki tahap pelaksanaan.
Bagi masyarakat Kudus, pembangunan stadion baru ini bukan hanya berkaitan dengan hadirnya bangunan olahraga baru. Stadion tersebut diharapkan menjadi fasilitas yang mampu mendukung aktivitas sepak bola dan kegiatan olahraga lainnya, sekaligus memberikan tempat yang lebih nyaman bagi masyarakat untuk menyaksikan pertandingan.
Kini, perhatian tertuju pada proses persiapan dan pemenuhan berbagai persyaratan. Setelah tahapan tersebut rampung, proyek pembangunan Stadion Wergu Wetan akan memasuki babak baru, yakni pekerjaan fisik yang ditargetkan berlangsung sekitar 365 hari.
Dengan desain yang mengusung standar internasional, kapasitas lebih dari 8.000 penonton, tribun single seat, rumput khusus, pencahayaan pertandingan malam, serta papan skor elektronik, Stadion Wergu Wetan diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas olahraga modern di Kabupaten Kudus.
Dengan demikian, pembangunan stadion kini bukan lagi sekadar wacana. Proyek telah memasuki tahap persiapan dan tinggal menunggu berbagai persyaratan administrasi serta teknis diselesaikan sebelum pekerjaan fisik benar-benar dimulai.





