Beranda / Lokal / Sebulan Mengabdi di Desa Demangan, Mahasiswa KKN 85 UIN Sunan Kudus Hadirkan Pemberdayaan Potensi Desa dan Kepedulian terhadap Lingkungan

Sebulan Mengabdi di Desa Demangan, Mahasiswa KKN 85 UIN Sunan Kudus Hadirkan Pemberdayaan Potensi Desa dan Kepedulian terhadap Lingkungan

Kudus, September 2026 — Sebulan bukanlah waktu yang panjang. Namun, bagi mahasiswa KKN 85 UIN Sunan Kudus, satu bulan di Desa Demangan menjadi perjalanan penuh cerita, pengalaman, kebersamaan, dan pengabdian.

Mengusung tema “Pemberdayaan Potensi Desa dan Internalisasi Ekoteologi”, mahasiswa KKN 85 berupaya hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjalankan program kerja, tetapi juga untuk belajar, berinteraksi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Demangan.

Mengawali Pengabdian dengan Membangun Kedekatan

Kegiatan KKN resmi dibuka pada 3 Agustus 2026. Sejak awal kedatangan, mahasiswa mulai membangun komunikasi dan menjalin hubungan dengan pemerintah desa serta masyarakat setempat.

Berbagai kegiatan kemudian disusun dengan menyesuaikan kebutuhan dan potensi yang dimiliki Desa Demangan. Dua fokus utama menjadi landasan dalam pelaksanaan program, yakni pemberdayaan potensi desa serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari internalisasi nilai-nilai ekoteologi.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa berusaha agar keberadaan mereka selama satu bulan tidak sekadar menjadi bagian dari kegiatan akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: WhatsApp-Image-2026-09-04-at-14.10.11-1.jpeg

Menguatkan Kepedulian Lingkungan melalui Ekoteologi

Dalam bidang ekoteologi, mahasiswa KKN 85 melaksanakan sejumlah program kerja wajib. Di antaranya sosialisasi pengolahan limbah popok sekali pakai atau diapers, sosialisasi penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA), serta sosialisasi pemilahan sampah.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Mahasiswa juga berupaya mengenalkan bahwa kepedulian terhadap alam dapat diterapkan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Pengelolaan sampah dan pemanfaatan tanaman obat menjadi bagian dari langkah kecil yang diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan sekitar.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: WhatsApp-Image-2026-09-04-at-14.10.12.jpeg

Mendorong UMKM Desa Masuk ke Dunia Digital

Selain bidang lingkungan, pemberdayaan potensi desa menjadi fokus penting dalam kegiatan KKN 85. Salah satu program yang dijalankan adalah digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Melalui program tersebut, mahasiswa berupaya membantu para pelaku UMKM agar lebih mampu memanfaatkan teknologi digital dalam memperkenalkan dan mengembangkan usaha mereka.

Digitalisasi diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM Desa Demangan. Dengan pemanfaatan teknologi yang semakin luas, potensi ekonomi lokal diharapkan dapat lebih dikenal dan berkembang.

Berbagi Ilmu di Lingkungan Pendidikan

Pengabdian mahasiswa tidak hanya dilakukan melalui program kerja wajib. Sejumlah program penunjang juga dilaksanakan, salah satunya di bidang pendidikan.

Mahasiswa memberikan bimbingan belajar serta terlibat dalam kegiatan mengajar dan pendampingan guru di MI 1 Muhammadiyah Kudus dan PAUD.

Kehadiran mahasiswa di lingkungan pendidikan menjadi pengalaman tersendiri. Selain berbagi pengetahuan dengan anak-anak, mahasiswa juga belajar memahami karakter peserta didik serta dinamika kegiatan belajar mengajar.

Interaksi tersebut menjadi bagian dari pengalaman penting selama menjalani kehidupan bermasyarakat di Desa Demangan.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: WhatsApp-Image-2026-09-04-at-14.10.12-2.jpeg

Berbaur dalam Kegiatan Kemasyarakatan

Selama menjalankan KKN, mahasiswa juga aktif mengikuti berbagai kegiatan kemasyarakatan. Mulai dari Posyandu, Bank Sampah, kegiatan PKK, hingga berbagai aktivitas bersama warga.

Keterlibatan tersebut membuat mahasiswa semakin dekat dengan masyarakat. Mereka tidak hanya menjalankan program yang telah direncanakan, tetapi juga ikut menjadi bagian dari aktivitas sosial yang berlangsung di desa.

Kebersamaan semakin terasa ketika mahasiswa ikut memeriahkan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Demangan dan tingkat kecamatan.

Dalam berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa berhasil meraih Juara 1 lomba video pendek bertema pemilahan sampah serta Juara 3 supporter.

Semarak Kemerdekaan Bersama Warga

Semangat kemerdekaan juga dirasakan melalui keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan di tingkat lingkungan. Mahasiswa mengikuti lomba dan jalan sehat bersama warga di sejumlah RT di Desa Demangan.

Selain itu, mahasiswa turut membantu pemasangan umbul-umbul dan bendera di berbagai wilayah desa serta mengikuti malam tirakatan pada 16 Agustus.

Pada malam tersebut, mahasiswa turut memeriahkan kegiatan dengan menampilkan drama bertema pemilahan sampah. Pesan mengenai kepedulian lingkungan disampaikan melalui cara yang lebih ringan dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjadi pelaksana program, tetapi juga berbaur dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Desa Demangan.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: WhatsApp-Image-2026-09-04-at-14.10.11-2.jpeg

Mempererat Silaturahmi melalui Kegiatan Keagamaan

Di tengah kesibukan menjalankan berbagai program, mahasiswa KKN 85 juga berkesempatan mengikuti kegiatan keagamaan, salah satunya peringatan Maulid Nabi.

Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.

Selain itu, mahasiswa juga mengadakan kegiatan senam dan berkolaborasi bersama mahasiswa KKN Universitas Muria Kudus (UMK). Kolaborasi tersebut menciptakan suasana kebersamaan antarmahasiswa dalam mengisi kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Meninggalkan Kenang-kenangan untuk Desa

Sebagai bentuk dokumentasi sekaligus kenang-kenangan bagi Desa Demangan, mahasiswa KKN 85 turut membuat peta Desa Demangan yang dilengkapi bingkai atau figura untuk ditempatkan di kantor kepala desa.

Mahasiswa juga menghasilkan video profil Desa Demangan sebagai media dokumentasi sekaligus sarana untuk memperkenalkan potensi dan kondisi desa kepada masyarakat yang lebih luas.

Berbagai hasil tersebut diharapkan dapat menjadi peninggalan sederhana yang tetap memberikan manfaat bagi Desa Demangan meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: WhatsApp-Image-2026-09-04-at-14.10.12-1.jpeg

Malam Ramah Tamah Penuh Kekeluargaan

Tidak terasa, perjalanan satu bulan mulai mendekati penghujung. Pada 29 Agustus 2026, mahasiswa KKN 85 mengadakan malam perpisahan atau malam ramah tamah yang bertempat di posko KKN.

Acara tersebut menjadi momentum untuk mengenang berbagai perjalanan yang telah dilalui sekaligus menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Desa Demangan yang telah menerima dan mendampingi mahasiswa selama menjalankan pengabdian.

Dalam acara tersebut, mahasiswa turut mengundang Ibu Merrie Agustina Kusumaningdiyah, S.E., Ak. selaku Kepala Desa Demangan, Bapak Dr. KH. Solikhul Hadi, M.Ag. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta sejumlah perwakilan masyarakat.

Perwakilan tersebut di antaranya berasal dari guru PAUD, kader Posyandu, PKK, Karang Taruna, dan unsur masyarakat lainnya.

Malam ramah tamah berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Momen tersebut menjadi salah satu kesempatan yang mempertemukan mahasiswa dan masyarakat dalam suasana yang lebih dekat sebelum masa pengabdian benar-benar berakhir.

KKN Resmi Ditutup, Silaturahmi Diharapkan Tetap Terjaga

Setelah melewati berbagai kegiatan, tawa, kebersamaan, dan pengalaman selama kurang lebih satu bulan, rangkaian KKN akhirnya resmi ditutup pada 1 September 2026 di Balai Desa Demangan.

Penutupan tersebut menjadi tanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa secara resmi. Namun, berakhirnya KKN bukan berarti berakhir pula hubungan yang telah terjalin selama mahasiswa berada di tengah masyarakat.

Harapannya, hubungan baik antara mahasiswa KKN 85 UIN Sunan Kudus dan masyarakat Desa Demangan dapat terus terjaga meskipun mahasiswa telah kembali menjalani aktivitas akademik di kampus.

Bukan Sekadar Kewajiban Akademik

Bagi mahasiswa KKN 85 UIN Sunan Kudus, Desa Demangan bukan sekadar tempat untuk melaksanakan kewajiban akademik.

Desa Demangan menjadi ruang untuk belajar tentang kehidupan masyarakat, memahami arti kebersamaan, mengasah kepedulian terhadap lingkungan, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan.

Sebaliknya, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan manfaat dan meninggalkan sesuatu yang bernilai bagi masyarakat.

Sebulan mengabdi mungkin telah berakhir, tetapi cerita dan kenangan yang tercipta akan tetap menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa KKN 85.

Program kerja boleh selesai, posko boleh ditinggalkan, dan masa pengabdian boleh berakhir. Namun, semangat untuk memberdayakan masyarakat, menjaga lingkungan, serta membangun hubungan baik dengan Desa Demangan diharapkan terus tumbuh.

Pengalaman selama berada di tengah masyarakat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk terus belajar dan, suatu saat nanti, kembali mengabdi di tengah masyarakat dengan membawa ilmu, pengalaman, serta semangat yang lebih besar.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *