KUDUS – Festival Budaya Situs Sumur Gentong 2026 di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, berlangsung meriah pada Kamis (10/9/2026). Gelaran yang mengangkat tema “Melodi KebesaranMu” tersebut dipadati warga sekitar serta masyarakat dari sejumlah daerah di sekitar Desa Loram Wetan.
Sejak sore hingga malam hari, suasana kawasan acara tampak semakin ramai. Warga berdatangan untuk menyaksikan rangkaian kegiatan Festival Budaya Situs Sumur Gentong yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengangkat nilai sejarah, tradisi, religi, dan kebudayaan masyarakat setempat.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang hadir bersama keluarga maupun kerabat. Sejumlah pengunjung juga datang dari desa-desa sekitar Loram Wetan untuk ikut merasakan kemeriahan festival yang digelar di kawasan Situs Sumur Gentong tersebut.
Festival ini menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk kembali mengenal dan menghargai warisan budaya yang ada di lingkungannya. Apalagi, kegiatan tersebut dikemas dengan berbagai acara yang memadukan budaya, musik religi, pengajian, doa bersama, UMKM, hingga kuliner tradisional.
Bukan Sekadar Hiburan
Festival Budaya Situs Sumur Gentong 2026 bukan hanya sebuah pertunjukan hiburan. Kegiatan ini membawa pesan mengenai pentingnya menjaga warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Situs Sumur Gentong sendiri menjadi bagian dari identitas budaya yang ingin terus diperkenalkan kepada masyarakat. Keberadaan festival di kawasan tersebut membuat situs budaya tidak hanya menjadi tempat yang memiliki nilai sejarah, tetapi juga menjadi ruang pertemuan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk melihat bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan dengan cara yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Musik, seni pertunjukan, pengajian, kirab budaya, kuliner tradisional hingga kegiatan UMKM dipadukan menjadi sebuah rangkaian acara yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Tema “Melodi KebesaranMu” juga memberikan nuansa religi dalam festival tahun ini. Pesan yang dibawa tidak hanya berkaitan dengan kebudayaan, tetapi juga rasa syukur atas kehidupan dan keberadaan air sebagai sumber kehidupan.
Hal tersebut sejalan dengan slogan festival, yakni “Syukuri Air, Lestarikan Warisan, Hidupkan Peradaban.”
Dimeriahkan Sejumlah Bintang Tamu
Kamis malam menjadi salah satu rangkaian utama Festival Budaya Situs Sumur Gentong 2026. Berdasarkan rangkaian acara, kegiatan dimulai sekitar pukul 19.30 WIB dan berlangsung hingga selesai.
Malam tersebut dikemas dalam agenda “Pengajian Budaya Harmoni Kebesaran Mu”. Sejumlah tokoh dan bintang tamu turut hadir mengisi acara, di antaranya Ustadz Hasan Kosasih, komedian Aziz Gagap, serta penyanyi Charly Van Houten.
Kehadiran para pengisi acara tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Warga yang sejak sore telah berada di lokasi semakin memenuhi kawasan festival ketika acara utama dimulai.
Perpaduan antara pengajian, budaya dan hiburan membuat suasana festival terasa berbeda. Masyarakat tidak hanya datang untuk melihat pertunjukan, tetapi juga mengikuti kegiatan yang membawa pesan keagamaan dan kebudayaan.
Kemeriahan juga terasa karena pengunjung dapat menikmati suasana festival bersama keluarga. Kehadiran UMKM dan kuliner tradisional turut memberikan warna tersendiri, sekaligus menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang datang.
Apa Itu Festival Budaya Situs Sumur Gentong?
Festival Budaya Situs Sumur Gentong merupakan gelaran kebudayaan yang menjadikan Situs Sumur Gentong di Desa Loram Wetan sebagai ruang untuk memperkenalkan, merawat dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang berkembang di tengah masyarakat.
Festival tersebut dapat dipahami sebagai pertemuan antara warisan sejarah, tradisi masyarakat, seni, religi dan kehidupan sosial. Karena itu, rangkaiannya tidak hanya berupa pertunjukan panggung.
Dalam agenda Festival Budaya Situs Sumur Gentong 2026, masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan mulai dari pra-acara, tahfiz Al-Qur’an, pengajian dan maulid, pentas seni, musik, hingga agenda kirab budaya.
Puncak rangkaian festival nantinya ditutup dengan Kirab Budaya Festival Budaya Situs Sumur Gentong 2026 pada Minggu (13/9/2026) pagi. Kirab dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan acara penutupan.
Kirab budaya menjadi bagian penting karena masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat menyaksikan secara langsung bagaimana unsur-unsur budaya ditampilkan dan diperkenalkan kepada publik.
Menjadi Ruang Pertemuan Masyarakat
Ramainya Festival Budaya Situs Sumur Gentong 2026 pada Kamis malam menunjukkan bahwa kegiatan berbasis budaya masih mendapatkan tempat di tengah masyarakat.
Warga Loram Wetan dan masyarakat dari daerah sekitar tidak hanya datang untuk menikmati hiburan. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk berkumpul, bersilaturahmi, menikmati kuliner, serta mengenal kembali warisan budaya yang berada di sekitar mereka.
Di tengah perkembangan zaman, kegiatan semacam ini memiliki arti penting. Budaya tidak cukup hanya disimpan sebagai cerita masa lalu, tetapi perlu dihidupkan melalui kegiatan yang dapat melibatkan masyarakat secara langsung.
Festival Budaya Situs Sumur Gentong 2026 akhirnya menjadi gambaran bagaimana sebuah situs dan warisan budaya dapat dihidupkan melalui kegiatan bersama. Antusiasme warga yang memenuhi lokasi pada Kamis malam pun menjadi modal penting agar kegiatan pelestarian budaya terus mendapatkan dukungan masyarakat.
Dengan menggabungkan budaya, religi, seni, UMKM dan tradisi, Festival Budaya Situs Sumur Gentong tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengingat kembali jati diri dan warisan masyarakat Loram Wetan serta Kudus.





