Beranda / Pemuda / LPSK Demak Bintoro dan Walisongo Dibentuk

LPSK Demak Bintoro dan Walisongo Dibentuk

lenteramuria.com, – Lembaga Pengkajian Sejarah Kerajaan (LPSK) Demak Bintoro dan Walisongo resmi dibentuk. Pembentukan lembaga tersebut bersamaan kegiatan Tasyakuran Batas Akhir Penelitian AKA Hasan yang dilaksanakan di kompleks Perumahan Bumi Wonosalam Asri Jogoloyo, Wonosalam, Demak, Ahad (23/8/2026) lalu.

Peneliti Sejarah Kerajaan Demak Bintoro dan Walisongo, Ahmad Kastono Abdullah Hasan (AKA Hasan), menyampaikan rasa syukurnya atas selesainya batas akhir masa penelitian yang dijalaninya. Penelitian yang dilakukannya tentang Sejarah Kerajaan Demak Bintoro dan Walisongo atas perintah dari gurunya, KH. Muslim Rifa’i Imampuro (Mbah Lim), Shohibul Ma’had Islami Pancasila Sakti al-Muttaqin Klaten.

Perintah Mbah Lim katanya, ia diminta untuk meluruskan Sejarah Kerajaan Demak Bintoro dan Sejarah Para Wali di Tanah Jawa Khususnya Walisongo. Perintah tersebut ia terima dari Mbah Lim tepatnya pada tanggal 12 Robiul Awal 1425 H atau 2 Mei 2004 M. Karena setelah ia menjalankan perintah tersebut, narasi yang ada terkait dengan Sejarah Kerajaan Demak Bintoro dan Walisongo banyak yang tidak sesuai dengan kronologi dan fakta sejarah.

Banyak dinamika dan cibiran juga bully-an yang dialami AKA Hasan selama menjalankan perintah dari gurunya tersebut, akan tetapi dengan tekad yang kuat akhirnya ia bisa melaluinya dengan baik. Dan tepat tanggal 11 Robiul Awal 1448 H atau selama 23 tahun (versi kalender Hijriyah) ia berhasil menyelesaikan amanat dari Mbah Lim.

Hasil penelitian AKA Hasan selama 23 tahun dituangkan dalam bentuk 5 naskah kitab induk (babon). Adapun metode yang digunakannya memakai 8 manhaj, yaitu library research, observation method, historical method, toponimi method, classification method, clarification method, comparation method, dan realisme metafisika.

Dalam metode observasi, ia telah mengunjungi 300-an makam keramat yang ada di pulau Jawa dan sekitarnya. Akan tetapi dari 300-an makam yang dikunjunginya tersebut hanya 170-an makam yang sesuai dengan objek penelitiannya.

AKA Hasan sangat terbuka apabila hasil penelitiannya ke depan ada yang memberikan respon atau catatan demi perbaikan. Ia siap berdiskusi kepada siapa pun dan dari pihak manapun apabila hasil penelitiannya nanti sudah dipublikasikan.

Ketua Lembaga Pengkajian Sejarah Kerajaan (LPSK) Demak Bintoro dan Walisongo, Rohmad Soleh, mengucapkan selamat kepada AKA Hasan atas selesainya batas akhir penelitian yang dilakukannya. Ia berharap narasi baru hasil penelitian AKA Hasan dapat memberikan warna tersendiri dan pencerahan kepada masyarakat Indonesia khususnya umat Islam dan pemerhati Sejarah Demak dan Walisongo.

Rohmad mengajak kepada seluruh peserta yang hadir untuk nantinya dapat membantu dalam melengkapi susunan kepengurusan lembaga yang baru dibentuk tersebut. Meskipun lembaga ini adalah hasil transformasi dari Forum Kajian Sejarah Kerajaan Demak Bintoro dan Walisongo yang sudah ada sejak 2021 lalu.

Tugas LPSK Demak Bintoro dan Walisongo ke depan memang berat lanjutnya, karena harus berani bersuara memberikan narasi baru yang berbeda dengan pakem yang sudah ada terkait Sejarah Kerajaan Demak Bintoro dan Walisongo. Apapun tanggapan dari masyarakat baik yang pro maupun (seumpama) ada yang kontra tidak menjadi masalah, biarlah publik nanti yang menilainya. Tapi ia yakin bahwa dengan niat tulus disertai tekad yang kuat dan dalam rangka beribadah kepada Allah SWT, insya Allah akan diberikan kemudahan, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *