Kudus, 17 Juli 2026 – Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar kegiatan Monitoring, Evaluasi, dan Pembinaan Penerima Beasiswa di Auditorium UMK, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 300 mahasiswa penerima beasiswa, yang terdiri atas penerima KIP Kuliah, Beasiswa Bank Indonesia (BI), Beasiswa Prestasi Olahraga, dan Beasiswa Tahfidz.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UMK untuk memastikan program beasiswa tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan biaya pendidikan, tetapi juga mampu membentuk karakter, meningkatkan prestasi, serta memperkuat tanggung jawab para penerima beasiswa sebagai generasi penerus bangsa.
Wakil Rektor III UMK, Prof. Sugeng Slamet, S.T., M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa beasiswa merupakan amanah yang harus dijaga dengan prestasi akademik maupun nonakademik.
“Mahasiswa penerima beasiswa adalah mahasiswa pilihan yang memiliki tanggung jawab lebih besar. Selain menjaga prestasi akademik, mereka juga harus mampu menjadi teladan dalam sikap, etika, dan kontribusi positif di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujar Prof. Sugeng Slamet.
Ia juga mengajak seluruh penerima beasiswa untuk memanfaatkan kesempatan kuliah sebaik-baiknya sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Dr. Gudnanto, S.Pd., M.Pd., dalam sesi pembinaan menyampaikan materi mengenai pentingnya pengembangan karakter dan kesehatan mental mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan seorang mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga kemampuan mengelola diri, beradaptasi, dan menjaga integritas.
“Prestasi akan bertahan apabila dibangun di atas karakter yang kuat. Mahasiswa perlu memiliki disiplin, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, serta ketahanan menghadapi berbagai tantangan selama masa perkuliahan,” jelasnya.
Pada sesi berikutnya, Ketua KNPI Kabupaten Kudus, Agus Kurniawan, S.Pd., M.M., memberikan motivasi kepemudaan kepada para peserta. Ia mengajak mahasiswa untuk aktif mengembangkan kapasitas diri melalui organisasi, kegiatan sosial, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Agus, penerima beasiswa memiliki kesempatan besar untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang mengejar nilai akademik. Jadilah mahasiswa yang memiliki kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, serta mampu memberikan solusi bagi lingkungan sekitar. Masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya,” ungkapnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga menjadi forum evaluasi bagi seluruh penerima beasiswa agar tetap memenuhi kewajiban akademik, menjaga Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), menaati peraturan kampus, serta aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.
Melalui kegiatan monitoring dan pembinaan ini, UMK berharap seluruh penerima beasiswa mampu mempertahankan prestasi, meningkatkan kualitas diri, serta menjadi lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap masyarakat. Dengan demikian, program beasiswa benar-benar menjadi investasi dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
