KUDUS – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus menggelar workshop pendidikan bertema Implementasi Digitalisasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Proses Belajar Mengajar di Hotel Sapphire Boutique, Senin (19/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi digital di lingkungan pendidikan agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi perkembangan zaman.
Workshop ini dihadiri Lestari Moerdijat, anggota DPRD Kabupaten Kudus H. Muhtamat, Plt. Kepala Disdikpora Kudus Anggun Nugroho, serta Jumeri yang hadir sebagai perwakilan Kementerian Sekolah Dasar.
Sejumlah narasumber turut mengisi kegiatan tersebut, yakni Yohan Rubiantoro, Prof. Dr. Adri Efferi, M.Ag., dan Ilining Uswatuun Khasanah. Mereka mengisi sesi workshop setelah rangkaian sambutan dan penyampaian materi utama.
Dalam kegiatan tersebut, teknologi pembelajaran menjadi salah satu perhatian utama. Digitalisasi dinilai memiliki potensi untuk mendukung proses belajar mengajar, memperluas akses terhadap sumber pengetahuan, serta meningkatkan interaksi antara guru dan peserta didik.
Namun, penerapan teknologi di sekolah juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia. Guru, kepala sekolah, dan peserta didik perlu memahami cara memanfaatkan teknologi secara tepat agar penggunaannya tidak sekadar menjadi pelengkap pembelajaran, tetapi benar-benar memberikan manfaat.
Lestari Moerdijat Ingatkan Digitalisasi Bisa Jadi Pisau Bermata Dua
Dalam keynote speech-nya, Lestari Moerdijat mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital harus disikapi secara bijak, terutama di tengah kehidupan generasi yang semakin akrab dengan teknologi atau dikenal sebagai digital native.
Ia mengibaratkan digitalisasi sebagai pisau bermata dua. Di satu sisi, teknologi dapat menjadi sarana untuk mengasah kemampuan, memperluas wawasan, dan mendukung kemajuan pendidikan. Namun, jika dimanfaatkan secara keliru, teknologi justru berpotensi membawa dampak buruk bagi penggunanya.
Pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan harus disertai pemahaman dan pendampingan yang memadai.
Digitalisasi tidak cukup hanya dengan menghadirkan perangkat elektronik atau menggunakan platform pembelajaran digital. Lebih dari itu, teknologi perlu dimanfaatkan untuk membantu guru menyampaikan materi, memudahkan peserta didik mengakses informasi, serta menciptakan proses belajar yang lebih efektif.
Menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, penerapan digitalisasi juga perlu didukung kebijakan yang dapat berjalan hingga tingkat daerah. Dengan demikian, sekolah di berbagai wilayah memiliki kesempatan untuk mengembangkan pemanfaatan teknologi sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Hal ini penting agar transformasi digital dalam pendidikan tidak hanya dinikmati oleh satuan pendidikan yang telah memiliki fasilitas lengkap. Pemerataan akses dan kesiapan tenaga pendidik juga menjadi bagian penting dalam memastikan teknologi dapat memberikan manfaat secara luas.

Jumeri Tekankan Pemerataan Akses Pendidikan Bermutu
Sementara itu, dalam sambutannya, Jumeri menyampaikan pentingnya implementasi digitalisasi di satuan pendidikan dengan melibatkan seluruh elemen yang berkaitan dengan proses belajar mengajar.
Guru, kepala sekolah, peserta didik, dan unsur pendidikan lainnya perlu mengambil peran agar pemanfaatan teknologi dapat berjalan secara optimal.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pemerataan akses terhadap pembelajaran bermutu. Melalui dukungan teknologi, kesempatan memperoleh materi dan sumber belajar diharapkan semakin terbuka bagi peserta didik.
Selain pemerataan akses, peningkatan kualitas dan interaksi digital antara guru, kepala sekolah, serta peserta didik juga menjadi poin penting yang disorot.
Interaksi tersebut perlu dibangun agar teknologi dapat mendukung komunikasi, penyampaian materi, dan pengembangan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Jumeri juga menyinggung peningkatan kuantitas pendidikan sebagai bagian dari upaya pengembangan melalui digitalisasi. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu mendukung jangkauan layanan pendidikan sehingga semakin banyak peserta didik memperoleh manfaat dari perkembangan teknologi.
Meski demikian, implementasi digitalisasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Ketersediaan fasilitas harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan tenaga pendidik dan pemahaman peserta didik dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Tiga Narasumber Isi Workshop Digitalisasi
Setelah sambutan dan penyampaian keynote speech, kegiatan dilanjutkan dengan workshop yang menghadirkan tiga narasumber, yaitu Yohan Rubiantoro, Prof. Dr. Adri Efferi, M.Ag., dan Ilining Uswatuun Khasanah.
Sesi workshop menjadi bagian dari kegiatan untuk memperluas pemahaman peserta mengenai penerapan digitalisasi dalam proses pembelajaran. Tema yang diangkat juga sejalan dengan materi presentasi mengenai teknologi pembelajaran untuk menyiapkan siswa menghadapi masa depan.
Di tengah perubahan pola belajar dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, tenaga pendidik dituntut mampu beradaptasi tanpa meninggalkan tujuan utama pendidikan. Teknologi perlu ditempatkan sebagai alat pendukung untuk meningkatkan mutu pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran guru dalam membimbing peserta didik.
Guru tetap memiliki peran penting dalam membangun pemahaman, membentuk karakter, serta mengarahkan siswa agar mampu menggunakan teknologi secara produktif. Sementara itu, sekolah perlu menyesuaikan penerapannya dengan kebutuhan peserta didik dan kemampuan yang dimiliki.
Melalui workshop ini, digitalisasi diharapkan dapat diterapkan secara lebih terarah di satuan pendidikan. Pemerataan akses, peningkatan kualitas interaksi digital, dan kesiapan sumber daya manusia menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam proses tersebut.
Kolaborasi antara unsur pemerintah, pemangku kebijakan, dan tenaga pendidikan diharapkan dapat mendukung penerapan teknologi yang lebih tepat guna.
Dengan pemanfaatan yang bijak dan berkelanjutan, digitalisasi berpotensi menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kualitas pendidikan serta membantu mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan.






